13.11.09

Sock Ons

Suka ribet kalau si kecil pakai legging. Soalnya kan pasti juga pakai kaos kaki karena dingin. Nah, si kecil tangannya suka gatel tuh tarik2 kaos kaki sampai copot. Then, si kaos kaki either dibuang atau dikunyah. Kalau dibuang, mama-nya harus bolak balik pakein lagi. Kalau dikunyah, terpaksa ganti karena basah.

Hari ini nemu solusinya, Sock Ons! (merci, Magazine Famili...!)

Website Sock Ons: http://www.sockons.co.uk/
Seller di France: http://www.lunaloop.fr/



Share/Bookmark

9.11.09

Biodegradable Dispo Diapers


Sabtu lalu, saya menemukan satu brand biodegradable diapers yang blm pernah saya lihat sebelumnya. Dan saya melihatnya di supermarket langganan keluarga kami, Auchan di St. Priest. Biasanya, biodegradable diapers itu dijual di toko2 online atau di toko2 spesialist barang2 organik (magasin bio). Nah, jadi kemarin itu saya sempat surprised, ternyata ada brand lain dan ada di Auchan. Selama ini kami tidak melihatnya. Oh, iya, brandnya adalah Nature Babycare, produk Swedia. Selain dispo diapers, mereka juga punya beragam produk keperluan bayi dan keperluan wanita (pembalut, dll).

Jadi, selain Moltex (Jerman), Wiona (Jerman) dan Naturaé (Itali), sekarang ada pilihan lain di sini yaitu Nature Babycare tsb. Ok...!


Share/Bookmark

4.11.09

My Nursing Stuffs


Baru sadar kalau perlengkapan breastfeeding saya ternyata banyak juga. Coba di-list sesuai urutan beli.

  • Bra menyusui: ada 2 saja. Semuanya Freya punya soalnya cocok.
  • Baju menyusui: juga cuma 2, beli di Vertbaudet dan H&M. Murmer ajah. Maunya sih beli diMamanana, qeqeqe... Tp muahal. Trus, ada 2 baju biasa tapi ternyata bisa juga utk baju menyusui. Di luar itu, ada juga kemeja2 kancing depan. Kemeja2 jaman kerja dulu.
  • Nursing pad: awalnya pakai Natracare krn biodegradable. Tapi setelah habis, lanjut pakai yang washable dr Disana dan Popolini. Ada yg bahannya katun organik, ada juga yang pakai lapisan tambahan microfibre. Ada sepasang yang bahannya silk dan wool, tp berhubung salah nyuci, jadinya keriwil, ngga bagus lagi bentuknya... hiks...
  • Lansinoh cream: untuk mengatasi masalah pada puting.
  • Nipple protector: karena pas awal2, putingnya suka lecet dan berdarah (si kecil jadi kayak vampire... ehehehe...). Belinya di apotik, yg merk Dodie.
  • Herbal drink khusus untuk menyusui (tisane): awalnya beli di herboristerie, tp kemudian beli juga yg udah dalam sachet (spt teh celup) merk Holle dan Weleda.
  • Breast pump Avent: cari di internet, ada ibu yang  jual krn dia ngga pakai. Lumayan, murah. Cuma satu botol dan dot-nya ngga ada krn dipakai oleh si ibu itu buat anaknya. Pompa-nya aja yang ngga pernah dia pakai, jd dijual deh.
  • Nursing pillow My Brest Friend: beli second di eBay. Kondisi masih buaguss... Beli ini gara2 dpt masalah sakit pundak kiri bulan Juli lalu jd ngga bisa nahan badan si kecil maupun badan sendiri (kl nyusuinnya sambil tiduran miring kiri).
  • Nursing apron: supaya bisa nyusuin di public places dengan tenang tanpa rikuh. Belinya di Indonesia, di Syalunna dan Lituhayu. Sekalian dua biar bisa ganti2. Di sini ngga terlalu populer. Tapi ada sih. Dan mahalll... Salah satunya di sini.
  • Penyimpan ASIP: Avent Via cups dan botol ASI-nya St Carolus (kl ngga salah, soalnya minta dr kakak ipar). Ada juga botol2 kecil bekas yoghurt. Sejauh ini yang terpakai baru yg Avent Via cups krn ngga nyetok ASIP banyak.
  • Buku tentang menyusui, 100 Réflexes Allaitement: Biar mantep. Pengen beli satu lagi, tapi lihat nanti aja.
  • Nursing bracelet: untuk melihat kapan waktu terakhir menyusui, supaya  ngga lupa. Harusnya beli sehabis persalinan,  tp baru beli setelah si kecil 3 bulan. Jd akhirnya lebih kepakai pas bepergian. Beli murah di eBay, ada seorang ibu yang create sendiri. Ternyata gampang bikinnya, lumayan, bisa nyontek... qeqeqe... Kl yg mahalan, ada diAlmafil, kyknya dia import langsung dr US (ke yg pegang license nama Nursing Bracelet).
  • Massage oil: tadinya ngga mau beli karena sok pede. Tp akhirnya butuh juga. Belinya yangWeleda. Kadang2 dipakai buat massage si kecil juga.


Ada Cooler bag-nya Allerhand buat bawa ASIP plus ice pack-nya si papa. Tp jarang banget dipakai utk urusan ASIP. Lebih seringnya, tas ini dipakai utk diaper bag biasa. Yah, kalau bisa multifungsi, sekalian aja lahh...


Masih ada yang belum dibeli karena ragu2 terus, yaitu Breast Shell dan Breast Soother and Gel pack. Yo wis, lihat2 kebutuhannya nanti deh... *_*


O iya, satu yang ngga kalah pentingnya adalah, ikutan milis Asi For Baby (AFB). Pan udah ngga kerja, jadi ngga ikutan lagi milis2 HRD. Sekarang saatnya milis yang lain... *_*


Semangat!



Share/Bookmark

2.11.09

Baby Food Processor

Menjelang si kecil masuk usia 6 bulan, papa mama-nya sibuk mencari baby food processor di internet. Ceritanya, survey dulu. Namun berhubung kami sendiri tidak punya blender atau any food processor di rumah, jadi akhirnya diputuskan untuk membeli Magimix 3200 XL yang ada part utk membuat puree makanan bayi. Jadi, food processor ini bisa digunakan untuk membuat makanan bagi seluruh anggota keluarga. Kebetulan di Galeries Lafayette ada promosi, jadi kami memperoleh tambahan bonus satu set khusus utk mengolah buah2an menjadi jus, sorbet, dll. Yuppie!

Kemudian, beberapa hari lalu salah satu kerabat suami memberikan kado kelahiran berupa 
baby food processor Tefal. Yah, jadi ada dua deh. Ya ngga masalah sih... Alhamdulillah... 

Babycook Beaba, 109,95 EUR di La P'tite Grenouille. Fungsi sbg pengukus, blender, penghangat, defrost.













Baby Home Tefal, 89,90 EUR at Darty. Fungsinya sama dgn Beaba.










Bébédélice Babymoov, 99 EUR di Vertbaudet. Fungsi sama dengan Beaba, plus utk penghangat botol susu.


















Baby Food Processor Avent, 120 EUR di Aubert.

Share/Bookmark

5.10.09

Sweet Night


Popok kain ini di-klaim sebagai the best night diaper oleh sebagian ibu2 Perancis. Setelah saya cobakan ke si kecil (hm, sebenarnya berat badannya belum mencapai 8 kg - ukuran L - tapi sejak sekitar 7,3 kg sudah saya jajal ke dia), hasilnya begini:









  • Percobaan pertama: Baru sekitar 4-5 jam, si kecil spt biasa merengek minta ganti. Saya pikir, mungkin sudah pipis banyak. Tp menurut papa-nya yang menggantikan popok, Sweet Night tsb masih terasa kering.
  • Percobaan kedua: Berhasil sampai 8 jam tanpa bocor dan si kecil tdk minta ganti. *Kenapa ya yang pertama kok beda? Apa saya kasihkan paper liner jadi terasa basah?*
  • Percobaan ketiga: Berhasil sampai 10 jam tanpa bocor dan si kecil tidak minta ganti. Hebat euy!
  • Percobaan keempat: Karena harus pagi2 antar si kakak ke sekolah, jadi tdk sempat ganti popok (tp Sweet Night tsb baru dipakaikan sekitar jam 4 pagi). Begitu jam 9 di-cek, sudah agak bocor tuh ke samping. *Apa Sweet Nights ini benar2 ngga bisa dipakai utk siang hari ya? Maksudnya, mungkin di-desain sedemikian rupa untuk posisi bayi tiduran, bukan duduk di gendongan.*
Yah, intinya, oke aja lah.

Tambahan (16 Okt 2009):
Setelah dipakai lagi beberapa kali, ternyata memang oke punya. Antara 8-12 jam tidak bocor. Cuma memang paginya kecium banget tuh "wangi" pipisnya. Maklum, WinPro kan bukan PUL, jd "wangi" pipis tetap keluar terutama kalau penuh.


Share/Bookmark

3.10.09

Pop-in Nappy


Popok kain ini produk dari Close Parents UK dan jenisnya All-in-two. Produksinya sendiri sih di China, mungkin karena bahan baku utk soaker dan booster-nya dari bambu yang mereka ambil dari China, jadi langsung deh di-produksi (*sok tau aja nih ceritanya).

Bbrp bulan lalu waktu browsing di internet, saya menemukan satu diskusi para ibu tentang popok ini. Mereka bilang bagus dan direkomendasikan. Kemudian, di site Lili Nappy, popok ini sudah dijajakan, ada yang Dream Dry, V1 dan V2 (*perbedaannya apa sih, di site Close Parents tdk nemu...). Summer lalu, Lili Nappy kasih discount, jadi saya tertarik untuk mencoba satu. Ternyata, sistem AI2 not bad at all. Bisa dibilang, sesuai dengan kondisi saya. Outer-nya bisa dipakai berulang kali (jadi mirip diaper cover) kalau tidak basah atau kotor. Kemudian, soaker-nya bisa menggunakan doublure atau kain lain yang daya serapnya bagus. Pernah dalam sehari, saya menggunakan outer-nya sampai 5 kali. Jadi kalau saya hanya stok soaker lebih banyak atau menggunakan kain muslin yang ada, ini akan mengurangi "beban" lemari penyimpan popok anak saya, alias menghemat tempat. Penyesuaian kancingnya pun tidaklah sulit, mirip dengan Bumgenius. Belum pernah bocor sama sekali. Namun saya belum pernah pakaikan di malam hari.

Hm, saya sempat menyesal kenapa hanya beli satu Pop-in untuk si kecil. Paling tidak saya perlu 2, plus additional soaker (yang dijual terpisah sebenarnya bukan soaker, tapi booster dry night yang bisa juga digunakan untuk soaker pengganti). Dan begitu saya melihat ke site Lili Nappy lagi, oh la la... harganya sudah back to normal, sekitar 17,90 € (sekitar 260,000 rb). Yahh... sedih deh... Maunya harga lama aja walau cuma selisih 2 € (*kebiasaan lihat ibunda nawar bayem di pasar... ^_^). Tidak putus semangat, browsing dan browsing. Akhirnya menemukan seorang ibu di kota Nice yang menjual beberapa Pop-in kondisi baru plus booster dengan harga di bawah Lili Nappy. Begitu komunikasi by email terjadi, saya pun menanyakan mengapa ia menjual Pop-in tersebut. Katanya, dia beli pack yang isinya banyak supaya jatuhnya lebih murah (tentu saja). Kemudian, kelebihannya dia jual lagi. Kelihatannya dia tidak cari untung sama sekali. Ya sud, saya pesan satu buat si kecil (plus booster) dan satu buat ponakan di Jakarta (plus 2 booster). Syukurlah...

Edit 19 Mar 2010: Pop-in Dream Dry, soakernya bukan dari bambu melainkan microfiber. Selain itu, ada lapisan stay dry-nya. Sedangkan Pop-in V1 & V2, soakernya dari bambu, tanpa lapisan stay dry.

Edit 15 Apr 2010: Sudah di-tes utk night time dgn menggunakan dry night booster. Sepp! Ngga bocor dari jam 9 p.m sampai jam 6 a.m.



Share/Bookmark