17.8.11

Elastic Story

Seperti yang sudah saya rencanakan, bahan2 yg sudah dipotong untuk trainer Trimsies dibawa ke mertua. Mesin jahit saya, Selecline, masih suka ngambeg. Jadi saya memanfaatkan liburan di mertua dgn meminjam mesin Singer bu-mer.

Awalnya pingin jahit yang bahan outernya katun ijo itu. Tapi akhirnya berubah, ke bahan fleece, karena pingin duluan bikin Quick Trainer (itu istilah di panduan pattern Trimsies). Ternyata, dengan keterbatasan kemampuan saya menggunakan mesin jahit, plus beberapa faktor lain, si bahan Quick Trainer ngga jadi2 walaupun saya sudah menjahitnya lebih dari dua jam.

Macetnya di bagian penjahitan elastik. Jenis elastik yang saya beli itu latex. Dibeli di satu toko online keperluan seputar popok kain. Kayaknya di Perancis, jenis elastik ini cukup banyak beredar utk membuat popok kain. Tapi kenapa jarum mesin jahitnya ngga mau ya... Tiap saya coba, selalu benangnya ngga ngiket. Alhasil, elastik bolong2 kecil kena jarum. Saya tes berulang utk menjahit ke bahan lain, bisa. Kenapa ya...

Ribet dengan urusan sahur dan berbuka di rumah mertua, kemudian urusan2 lain, akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan project tsb. Tapi tetap saya ingin cari tahu kenapa oh kenapa si elastik seperti itu. Di situs ini dan ini, kelihatan baik2 saja, terjahit dgn sukses. Di link sini juga idem (ih, warna pink-nya cakep).

Akhirnya, tekad kuat utk segera membeli mesin jahit baru yg bagusan ber-merk. Bobol tabungan! *ntar kl dapet bonus, gantiin duitnya ya, Pa...* Maksudnya, supaya saya bisa terus coba dan praktek, ngga usah nunggu moment ke mertua. Kesian jg nanti kl mesin bu-mer rusak gara2 saya. Tul ngga... Lagian saya mepet nih, planning toilet training kan summer ini. Summer dah mau kelar euyy...! *red alert*

Hari ini, mesin jahit, belum terwujud. Tekad belinya baru dua hari lalu. Kami blm sempat ke tokonya yg kebetulan beda kota. Sejam aja sih dari sini ke Montargis. Mungkin wiken ini.

Sambil menunggu wiken, ternyata ada another elastic story yang menyebalkan.

Kemarin kutak katik box isi bahan2 menjahit dan saya menemukan FuzziBunz ijo yang PUL-nya udah tewas. Saya ingat bhw elastik-nya FB ini sangat istimewa dan mudah dicopot. Segera saya cabut kedua elastik tsb dari casing-nya. Gembira... Saya ingin menerapkan teknik yg sama. Using that buttonhole elastic with, of course, buttons on my Trimsies trainer.

Habis subuh, saya jahit kancing2 & casing utk trainer menggunakan tangan (handsew). Semangat 45, mumpung hari Kemerdekaan RI. Satu elastik bisa masuk dgn mantap. Keliatan keren. Kancingnya warna-warni, ngga apa lah, ketutupan toh, posisinya di dalam trainer. Saat siap utk memasukkan elastik kedua, saya ngga nemu barangnya. Eh, kemana... Saya bongkar ruangan tempat saya menjahit semi ngantuk itu. Ngga ada. Dicari ke ruangan lain, ngga ada juga. Ajaib. Harusnya kan ngga jauh2 dari elastik pertama. Apa saya pindahin ya?

Mubeng2 seluruh rumah, ngga nemu. Nyoba cari elastik sejenis (ukuran 3/8 inch) di internet, mimpi lo... Di satu forum emak2 US ada yg bilang ngga bakal dapet ukuran elastik itu utk jenis buttonhole. Cuma FuzziBunz kayaknya yang punya.

Ahhh... Memang ngga jodoh sama elastik *mangkel jambak rambut*




Note. It's finally done. See here.


Share/Bookmark

4.8.11

After 2 years... Trimsies


We've been cloth diapering for more than 2 years. We started when our baby was 10 days old. And she will be 2 years and 4 months old in 4 days. Therefore, I can say that we have been through a lot. At the beginning, I expected that my baby, now my toddler, Estelle would be like her older sister who was free from diaper before 2 years old. Unfortunately, no. Different circumstances, different characters, different me :D

So here we are, still having a close relationship with diapers, especially the cloth ones. And I haven't updated this blog for months since we were occupied with many things, including the moving to a new apartment.

My little girl started to understand about the use of potty and toilet after we made the first trial (see this blog). But she just sat on the potty without having result. There was one morning potty time that gave a pee result and I was so happy. It was when we were still at the old apartment. And then, couple weeks ago, she made a pee in a mini toilet during daycare time. The daycare assistant told me about this. Wow... Surprising... She made it at the daycare. A big thing, right?

We plan to put her into school next year. At that time, she's supposed to be free from diapers. I know we still have time. But me, personally, I am exhausted with this diapering thing. I am tired trying to catch her just only to put on the diaper. I am tired of being patient. I am tired of arguing the same thing every day. I am just... thinking that it's supposed to be finished. Two years of diapering is too much for me. So, we plan another potty training this summer, after our moving and after our holidays.

The problem is, our new apartment is covered with carpet, except the bathroom, the toilet, the master bedroom and the kitchen. So if we stick to the Gina Ford method, I can say, it will be difficult. Considering some accidents that usually happen at the beginning, how am I supposed to clean all of those? We do not have to tool for steaming and cleaning the carpet yet. Only usual vacuum cleaner. Not enough for pee or poop.

I thought, I would need more trainers. Yes, more. So if accident happens, it can be absorbed or protected by the trainer layer. The price for one trainer is quite expensive. Another option, how about secondhand trainers? I checked in eBay and Leboncoin, hm, still expensive. I might need minimum 8 extra trainers. It costs at least 48 EUR for the 8 secondhands. Hm...

Then I remembered that I had some fabrics for making diapers. I never used them because I did not know exactly how to sew with a machine (and my new machine, cheap one, was out of order!). Et voilà! I searched some information at one mailing list of 'sew your own diaper' and I found one recommended trainer pattern. Trimsies.

Cutting the fabrics with my little one around me was difficult. So many distractions (for an amateur like me, that's too much :). Finally I finished cutting for one trainer this morning. It will have layers like this:
  • Outer in print cotton
  • Inner in fleece
  • Soaker in bamboo
  • PUL will be put under the soaker
No snap or H/L for the first trial.

* I forgot about the details because I bought all those fabrics in 2009 except the PUL fabric which I cut from one unused diaper (homemade, bought in eBay, bad performance).


One thing that I like from Trimsies pattern: it provides variations. I planned to make the basic one but then because of my limitation, I switched a bit into one variation that is mentioned in the pattern.

I don't know the end result yet. I will try to sew it this weekend at my in-law's house (I'll borrow their sewing machine).

Any comment or suggestion? Allez-y... Silakan...


Share/Bookmark

12.3.11

Salon Baby Paris, March 2011


Hari ini saya berkesempatan untuk melihat Salon Baby, sejenis Baby Expo, di Paris. Sebenarnya tidak ada kepentingan khusus, apalagi si kecil sudah hampir dua tahun usianya, bukan baby lagi. Tapi saya ingin melihat-lihat beragam popok kain yang ada, sekalian menghabiskan waktu berduaan dengan suami (anak-anak tinggal di rumah bersama kakek neneknya).

Dulu sewaktu kami masih tinggal di Lyon, kami sempat juga mengunjungi Salon Baby di sana serta beberapa expo terkait produk-produk organik dan eco life. Biasanya brand popok kain yang ikut expo adalah Piwapee, Bambino Mio dan Lulu Nature. Selebihnya, ada beberapa store yang khusus menjual produk2 organik dan eco life yang ikutan menampilkan beberapa produk popok kain, umumnya buatan Perancis or negara Eropa lainnya.

Di Salon Baby kali ini, saya menemukan tiga booth yang membawa produk popok kain, yaitu Piwapee (again and again), Thip Couches dan Bebe Club Eco.

Piwapee adalah brand lokal yang sudah lama masuk ke baby shops dan organic stores. Piwapee juga punya produk wetbag, deterjen khusus cloth diapers, etc. Thip Couches adalah online baby shop dan produk-produk popok kain pocket yang dibawanya bermerk Happy Flute buatan Cina. Sedangkan Bebe Club Eco sepertinya perusahaan wiraswasta kecil dan membawa popok2 kain buatan Mesir bermerk Pandino dan Dimooo. Jenisnya ada yang pocket dan ada juga yang fitted. Bahan utamanya katun, baik yang biasa maupun yang organik (menurut suami saya, katun Mesir adalah salah satu yang terbaik di seluruh dunia).

Berikut ini beberapa foto yang saya ambil:

Piwapee diaper cover size S (so cute dgn brodiran kupu2)


Happy Flute diapers, sebagian mirip Minky China diapers ya...


Dimoo pocket diapers, motif kodoknya lucu banget

Sayang sekali Lulu Nature tidak ikutan expo kali ini padahal saya sudah curious sekali untuk melihat langsung produk2 barunya.

Ok, that's all...



Share/Bookmark

15.2.11

Review 5 Diapers

Ini namanya borongan, berhubung lagi update file review versi ketiga, dan sekalian ngecek popok kain mana yg blm saya laporkan reviewnya. Ternyata ada 5 biji nih...


Cluebebe (Lovely Black)
Jenis (pockets, AIO, AI2, fitteds, prefolds, flats): Pocket
Bahan (outer, inner, insert, soaker, etc): PUL, fleece, insert MF
One size atau Multi size: One size
Closure (hook & loop - HL, snap, peniti, snappi): H/L
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg (pertama pakai sekitar usia setahun - lupa)
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review (diutamakan performance & kualitas-nya spt daya serap, kecepatan kering, etc, tapi kl mau nambahin ttg tampilan fisik, boleh2 aja):
Suka motifnya, jatuh cinta pada pandangan pertama :) Nitip ke teman utk dibawa ke sini. Cuttingnya lumayan besar tp ngga sebesar MM. Daya serap insertnya bisa nampung pee pagi sampai maksimal 4 jam. Di jemuran juga kering cepat. Mungkin memang lbh baik kl di bagian tengah ada satu lajur snap utk setting ya. Tp sejauh ini sih masih oke2 aja dipakainya.

Rating pribadi 1-5 (1=sgt tidak suka, 2=Tidak suka, 3=So-so aja, alias lumayan dah, 4=Suka, 5=Suka bangettts): 4


Metalmom
Jenis: Pocket
Bahan: PUL, bambu, insert microfiber+bambu
One size atau Multi size: One size
Closure: Snap
Negara asal (pemilik brand-nya): Indonesia
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg (pertama pakai berat sekitar 9kg, usia 16mo)
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review:
PUL-nya lemes. Cutting diaper-nya besar, namun berhubung dijajal pertama pas usia si kecil di atas setahun, jadi oke2 aja. Insertnya menyerap dgn baik. Utk pemakaian pagi hari (heavy pipis time :) bisa nampung 3 jam. Kalau lebih, pernah bocor samping. Kering di jemurannya cepat. Suka dibawa utk pergi2. Salah satu pocket diaper andalan.

Rating pribadi 1-5: 4


Fuzzibunz
Jenis: Pocket
Bahan: PUL, fleece, insert microfiber
One size atau Multi size: One size
Closure : Snap
Negara asal (pemilik brand-nya): USA
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg (pertama pakai berat sekitar 9 kg, usia sekitar 14mo)
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review: Slim, PUL-nya lemes. Insertnya oke, kl dipakai double blm pernah bocor (compared dgn insert BG V3.0). Pernah utk nighttime dan mantap. Keringnya juga cepat di jemuran. Pinginnya kasih rating 5 tp sayang lapisan PUL-nya udah lepas dan robek, jadi 4 aja yah... Insertnya masih mantap, jd dipakai bareng BG aja.

Rating pribadi: 4


Flip Organic
Jenis: AI2
Bahan: PUL, katun organik
One size atau Multi size: One size
Closure: Snap
Negara asal (pemilik brand-nya): USA
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg (pertama pakai beratnya msh 9 kg, usia sekitar 16mo)
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review: Suka bgt dgn covernya yg slim dan walau tanpa double gusset ternyata nutup dgn baik (dibanding Flexi Wrap-nya Tots Bots). Soaker/insert organic-nya bisa nampung utk 3 jam di pagi hari (heavy pipis time). Itu juga udah kuyup :) Keringnya ngga lama di jemuran. Lumayan praktis buat pergi2. Kadang insert-nya saya ganti dgn prefolds or fitteds yg slim (Flexi Tots). Pernah jg dgn Tetro.

Rating pribadi 1-5: 5 (rating ini sptnya lebih ke cover-nya :D )


Tetro Fitted
Jenis: Fitted
Bahan: katun (flanel) 8 layer
One size atau Multi size: One size
Closure: Ikat
Negara asal (pemilik brand-nya): Poland
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review:
Bahan flanel halus dan lembut, motifnya garis2 dgn warna soft. Prewash 3 kali, daya serap udah lumayan. Utk pemakaian 3 jam, langsung penuh terutama di pagi hari. Kering di jemuran termasuk cepat. Sistem ikatnya utk toddler sptnya agak merepotkan (kl anaknya tdk bisa diam). Tp lama2 terbiasa mengikat dgn cepat :) Krn ini fitteds, jadi msh hrs dilapis diaper cover. So far cucok dgn semua diaper cover yg ada di rumah.

Menurut info di internet, diaper Tetro ini dibuat selaras dgn tujuan Elimination Communication (infant potty training). Jd memang mudah kl mau buka dari bawah, tanpa lepas ikatannya, slide down aja bagian depan diaper. Kyknya cucok bgt deh buat ibu2 yg menerapkan EC. Trus buat toddler yg lg toilet training jg gampang, tinggal diajarin nurunin bagian depan dan lipat ke belakang sblm duduk di potty (tp ini blm saya lakukan ke Estelle). Ukurannya utk Estelle sudah ngepas.

Rating pribadi 1-5: 4



Share/Bookmark

10.2.11

Kanga Care Wetbag (Rumparooz)





Akhirnya beli juga... dan happy. Kalau menginap di mertua, bisa adem ayem di kamar atas, ngga perlu cari2 ember baskom ke basement :) Bawa diaper kotor ke mesin cuci di basement juga lebih enak. Deskripsi lengkap ttg Kanga Care wetbag bisa dilihat di sini.

Dalam foto, wetbag-nya diisi penuh dengan 15 popok kain bersih dan 3 diaper cover. Penuh-nuh... Detailnya sbb:
  • 4 fitted diapers Flexi Tots, plus doubler masing2
  • 3 fitted diapers Lulu Bambou, plus doubler masing2
  • 1 fitted diaper Goodmama, plus doublernya
  • 1 pocket diaper Cluebebe Lovely Black, plus 2 insert bawaan
  • 1 pocket diaper Metalmom, plus 2 insert bawaan
  • 2 pocket diaper Zigie Zag, plus insert campuran
  • 1 AIO Fanya
  • 1 AIO Itti Bitti d'lish
  • 1 fitted diaper model pocket buatan Mbak Siti :) plus insert Pop-in booster night
  • 3 diaper cover: Popolini, Lulu Nomade dan Flexi Wrap
Itu diaper RaR yg di luar cuma buat melihat gambaran ukuran si wetbag kl dibandingkan dgn diaper.

Mungkin wetbag ini terlalu besar buat ibu2 yg rutin cuci popok setiap hari. Namun lumayan berguna utk travelling, buat wadah popok kotor maupun baju kotor. Kalau utk popok kotor, maksimal 3 hari harus udah dicuci. So, travelling week-end kali ya... Berangkat Jumat, Minggu balik.

Yang berminat, mungkin bisa kontak Rumparooz Indonesia. Kali aja bisa pesan :)

Note. Ember baskom : kamsudnya sih emang baskom plastik, soalnya mertua ngga punya ember.


Share/Bookmark

3.2.11

Bentley Organic Toy Sanitizer


Sanitizer ini dibeli saat si kecil mulai aktif bermain di awal tahun lalu. Kebetulan ketemu produk ini di satu toko organik yang kami kunjungi. Di site produsennya tertulis:

This unique product is free from harmful chemicals and is proven to kill 99.9% of germs leaving your childs toys and play things hygienically clean and sparkling.

Sanitizer ini bisa utk dipergunakan untuk alas makan di kursi bayi dan playpen, juga meja bermain atau dapur mainan si kecil. Serunya, kl lagi kepepet, saya suka pakai produk ini juga utk lantai saat terkena noda makanan di spot2 tertentu (bukan untuk satu ruangan...). Kenapa? Krn si kecil senang main di lantai kan. So, setelah lantai dibersihkan, tinggal semprot... tunggu sekitar 30 detik, lap dengan kain kering. Selesai :)





Share/Bookmark