Showing posts with label perawatan. Show all posts
Showing posts with label perawatan. Show all posts

4.10.11

Perawatan Popok Kain (3)

Tulisan ini tentang perawatan popok kain anak saya untuk satu setengah tahun belakangan ini. Pada intinya hampir sama dengan yang ada di blog Perawatan Popok Kain (2), hanya ada sedikit perubahan yaitu:


  • Untuk menyimpan popok kotor, saya hanya menggunakan nappy bucket Bambino Mio tanpa laundry net. Popok yg terkena noda langsung saya kucek sebelum dimasukkan ke ember tersebut.
  • Bambino Mio Fresh masih dipakai sampai akhirnya kami mencoba deterjen khusus yaitu Potion Tots Bots. We loved it so much! Dengan Potion, Mio Fresh tidak dibutuhkan lagi. Kemudian Juli lalu, kami mencoba Ultraco. Seperti halnya Potion, kami tidak menemukan masalah bau pada popok. Kedua deterjen tersebut bisa digunakan selama dua bulan utk setiap pak-nya. Sebulan terakhir ini, kami menggunakan deterjen Ecover yang banyak direkomendasikan ibu2 di forum cloth diapering. Sejauh ini, saya suka juga. No smell dan bersih.
  • Suhu pencucian: sejak saya pakai Potion sampai Ecover, suhu cukup di 30 dercel saja. Bersih! Utk Potion dan Ecover, keduanya mencantumkan di petunjuk pencucian bahwa dengan suhu 30 dercel saja sudahlah cukup.
  • Pengeringan: Dua bulan terakhir ini, saya mencoba untuk mengeringkan popok dengan dryer namun TIDAK untuk popok ber-PUL maupun diaper cover. Hasilnya, sangat menarik... Popok fitteds dan insert2 jadi lebih lembut begitu keluar dari dryer.


Cloth diapering is fun... Perawatannya bisa berubah sesuai kondisi (jenis bahan popok, deterjen, preferensi, mesin laundry yg ada, etc).



***



Share/Bookmark

19.11.10

Stripping


Menurut
About.com, stripping adalah: a laundering method that removes detergent residue from cloth diapers. Detergents, fabric softeners and other things in wash water can build up in cloth diapers over time, and the build-up can reduce cloth diaper absorbency.

Tanda-tanda popok kain perlu di-stripping:
  • popok cepat bocor (pd pocket diapers: insert cepat penuh atau inner tdk meloloskan cairan ke insert - repelling)
  • popok berbau sangat pesing pdhal baru dipakai sebentar, atau malah baru selesai dicuci
  • popok kena pelembut, pewangi atau diaper cream
  • pantat bayi jadi kemerahan padahal sebelumnya tidak masalah

Metode stripping:
  • Mencuci dengan air panas tanpa deterjen (dalam mesin cuci). Menurut Kelly's Closet: for the vast majority we recommend several (4-6) hot water washes (no detergent) which will get rid of most detergent buildup/residues. This is the safest stripping method available for all types of cloth diapers. You may consider adding 1/4 cup of vinegar to the first cycle or two. Vinegar is optional, and not generally recommended for products containing PUL. Also, some people have reported using vinegar with stink issues only compounds the problem. Referensi lain mengatakan untuk menambahkan RLR dalam bilasan terakhir.
  • Merebus selama 5-15 menit. Menurut panduan di site ini, metode perebusan bisa digunakan untuk prefolds, fitteds, insert, doubler dan soaker.
  • Menggunakan sabun cuci piring bila ingin stripping dgn tangan. Di dalam link ini, disebutkan merk sabun cuci yang sangat disarankan, yaitu Dawn. Di milis popok kain, beberapa member mengatakan bahwa metode ini bisa digunakan dengan sabun cuci piring merk Sunlight.

Sedangkan dalam buku Les Couches Lavables by Christelle Beneytout, metode stripping yang dipaparkan adalah:
  • Masukkan popok bersih ke dalam mesin cuci dan bubuhkan 2 sdm Sodium Carbonate (washing soda) serta 1 sdt Sodium Bicarbonate (baking soda).
  • Di bagian mesin yg biasa digunakan utk cairan pelembut, masukkan setengah gelas White Vinegar.
  • Pasang program pencucian yg panjang (lama) dengan suhu 60 derajat serta double rinsing. Bila ada popok kain yang batas maksimal pencuciannya 40 derajat, set mesin di suhu 40 derajat saja.

Harap diingat bahwa stripping hanya dilakukan pada popok kain yang sudah bersih. Bisa dalam keadaan kering maupun basah (baru selesai dicuci).

Note: Sebelum memutuskan untuk stripping, silakan baca link2 berikut ini untuk masalah bocor dan/atau bau pada popok kain:

Why are my cloth diapers and/or diaper covers leaking? http://www.borntolove.com/column7.html

Why are my cloth diapers and covers stinky? http://www.borntolove.com/column6.html




Share/Bookmark

4.3.10

Perawatan Popok Kain (2)

Blog ini ttg perawatan popok kain yg saya lakukan setelah usia bayi di atas 4 bulan, dimana:
  • mulai bela-beli pocket diapers (jadi tdk melulu fitted dan flat)
  • usia 6 bulan, anak saya mulai makan solid food
Kurang lebih sama dengan blog terdahulu, namun ada sedikit perubahan:

Peralatan Tempur

Pertama, Bambino Mio Fresh masih dipakai namun tidak utk perendaman pada popok ber-PUL (PUL tdk disarankan utk direndam krn khawatir mempengaruhi lapisan waterproof-nya).

Kedua, bucket dan net Bambino Mio masih dipakai utk merendam. Namun berhubung pup sudah solid, jadi tidak banyak lagi popok yg terkena noda (means, saya ngga rendam). Jadi, skrg saya pakai 2 ember. Satu utk merendam popok non-PUL dan insert yg bernoda (bucket Bambino Mio - namun pada prakteknya bucket ini tidak sering digunakan), satu lagi utk menyimpan sementara popok2 yg kena pipis sampai waktunya mencuci.

Ketiga, cairan pencuci Maison Vert masih setia. Namun takarannya sudah dikurangi krn bila spt dulu lagi, popok yang ber-fleece jadi agak bau. Setelah dikurangi, aman deh.

Pembilasan

Langsung saya masukkan semua ke mesin dengan program membilas. Ditinggal sebentar, kelar deh bilasannya. Setelah itu baru dipasang program mencuci.

Pencucian

Sesuai anjuran produsen popok kain, kami mencuci dengan suhu 40 derajat saja karena suhu tersebut sesuai untuk popok kain dan juga celana proteksi (bahan PUL).

Pengeringan

Semua popok dan celana proteksi (terjemahan dr bahasa perancisnya :D, maksudnya diaper cover) dijemur secara alami, tidak menggunakan mesin pengering (karena utk beberapa jenis popok tidak disarankan menggunakan mesin pengering).

Secara umum, sejak anak saya mulai solid food dan pupnya menjadi solid, tidak pernah lagi ada kejadian pup bleber sampai mengenai popok. Artinya, tugas mengucek jauh berkurang.

LU: Sep 10


Share/Bookmark

17.8.09

Perawatan Popok Kain

Demi menjaga dan merawat kondisi popok tetap baik (sehingga bisa dijual lagi nanti... hoho...), saya benar-benar mengikuti apa yang disarankan oleh produsen popok kain (khususnya untuk brand yang saya pakai) serta tips-tips yang ada di buku panduan saya.

Peralatan Tempur



Pertama, Bambino Mio Fresh yaitu bubuk anti bakteri yang juga berfungsi untuk menghilangkan bau pada rendaman popok dan sebagai pemutih alami. Bubuk ini saya gunakan juga dalam pencucian sesuai yang dianjurkan oleh petunjuk produk.











Kedua, Nappy Bucket atau ember dengan penutup-nya Bambino Mio yg sudah dibuat sedemikian rupa sehingga langsung bisa dipasangkan dgn jaring-nya (laundry net). Laundry net, idem, produk Bambino Mio juga. Satu pack isinya dua, jadi bisa dipakai bergantian (kalau yang satu sdg masuk mesin cuci, yang satu lagi bisa dipakai). Net ini fungsinya untuk mempermudah pengangkatan/pemindahan popok dari bucket ke mesin cuci (untuk sebagian orang, net spt ini digunakan untuk menjaga keawetan popok selama pencucian). Dalam prakteknya, utk memindahkan/mengangkat laundry net yg penuh tidaklah mudah krn semua basah (lebih berat). Alhasil, ada beberapa jahitan yang terbuka. Saya akhirnya mengurangi dulu isi jaring (beberapa popok kain diperas kemudian dimasukkan ke mesin cuci) baru deh diangkat sisa-sisa popok dan doubler yang ada.



Ketiga, cairan pencuci Maison Vert. Tentang lessive atau deterjen pencuci ini, kami melalui proses yg cukup panjang sampai akhirnya kami menemukan dan memakainya. Awalnya kami membeli Le Chat Bébé dan digunakan untuk mencuci semua baju bayi yang kami terima dari teman2. Ternyata, Le Chat Bébé ini tidak dianjurkan untuk mencuci popok kain dan kami disarankan membeli larutan pencuci organik. Maka, dibelilah Arbre Vert ukuran besarrr... Setelah pesanan popok kain Lulu Nature datang, dalam kertas manualnya ditulis bhw Arbre Vert pun tidak dianjurkan karena mengandung glycerin yang dapat mempengaruhi daya serap popok kain Lulu Nature. Mereka menulis beberapa brand larutan pencuci yang baik salah satunya Maison Vert. Akhirnya, beli lagi Maison Vert... Le Chat Bébé dan Arbre Vert tetap bisa digunakan untuk baju2 bayi atau cucian lainnya.

Perendaman

Popok kain jenis flat dan fitted diapers bisa direndam. Jadi, sejak awal saya selalu merendam terutama yang terkena kotoran/pup bayi (tentunya setelah dikucek dulu). Perendaman ini lamanya maksimal 2 hari saja. Jadi kalau saya sedang lelah dan tidak bisa mencuci dlm satu hari, maka masih oke untuk mencuci di hari berikutnya.

Kalau popok kain yang ada lapisan PUL dan juga celana proteksi (diaper cover) berbahan PUL, saya tidak berani rendam karena dikatakan dapat merusak bahan (nanti malah tidak water resistant lagi katanya). So, untuk cover yang terkena pup biasanya langsung saya cuci dengan tangan dan jemur deh...

Pembilasan

Kalau popok kainnya tidak terlalu banyak, kadang saya bilas pakai air bekas mandi bayi saya (note. hanya utk bilasan awal bbrp popok kain dan utk menghemat air). Sehabis itu baru dimasukkan ke mesin cuci. Namun kalau popoknya lagi banyak, saya masukkan semua ke mesin dan saya pasang program membilas. Ditinggal sebentar, kelar deh bilasannya. Setelah itu baru dipasang program mencuci.

Pencucian

Sesuai anjuran produsen popok kain, kami mencuci dengan suhu 40 derajat saja karena suhu tersebut sesuai untuk popok kain dan juga cover (bahan PUL). Suhu yang sama juga disarankan bila menggunakan Bambino Mio Fresh utk mencuci. Jadi, biasanya kami mencuci dengan deterjen MV, antibakteri Mio Fresh, plus satu tablet Calgon utk mengatasi hard water (air di sini mengandung banyak kapur, mineral, whatever...).

Pengeringan

Semua popok dan cover dijemur secara alami, tidak menggunakan mesin pengering.

PS. Informasi di atas ini merupakan penerapan selama 4 bulan pertama usia anak kami dan dengan jenis popok flats dan fitteds - mostly merk Eropa.

LU. Sep 11

Share/Bookmark