Showing posts with label diaper. Show all posts
Showing posts with label diaper. Show all posts

12.3.11

Salon Baby Paris, March 2011


Hari ini saya berkesempatan untuk melihat Salon Baby, sejenis Baby Expo, di Paris. Sebenarnya tidak ada kepentingan khusus, apalagi si kecil sudah hampir dua tahun usianya, bukan baby lagi. Tapi saya ingin melihat-lihat beragam popok kain yang ada, sekalian menghabiskan waktu berduaan dengan suami (anak-anak tinggal di rumah bersama kakek neneknya).

Dulu sewaktu kami masih tinggal di Lyon, kami sempat juga mengunjungi Salon Baby di sana serta beberapa expo terkait produk-produk organik dan eco life. Biasanya brand popok kain yang ikut expo adalah Piwapee, Bambino Mio dan Lulu Nature. Selebihnya, ada beberapa store yang khusus menjual produk2 organik dan eco life yang ikutan menampilkan beberapa produk popok kain, umumnya buatan Perancis or negara Eropa lainnya.

Di Salon Baby kali ini, saya menemukan tiga booth yang membawa produk popok kain, yaitu Piwapee (again and again), Thip Couches dan Bebe Club Eco.

Piwapee adalah brand lokal yang sudah lama masuk ke baby shops dan organic stores. Piwapee juga punya produk wetbag, deterjen khusus cloth diapers, etc. Thip Couches adalah online baby shop dan produk-produk popok kain pocket yang dibawanya bermerk Happy Flute buatan Cina. Sedangkan Bebe Club Eco sepertinya perusahaan wiraswasta kecil dan membawa popok2 kain buatan Mesir bermerk Pandino dan Dimooo. Jenisnya ada yang pocket dan ada juga yang fitted. Bahan utamanya katun, baik yang biasa maupun yang organik (menurut suami saya, katun Mesir adalah salah satu yang terbaik di seluruh dunia).

Berikut ini beberapa foto yang saya ambil:

Piwapee diaper cover size S (so cute dgn brodiran kupu2)


Happy Flute diapers, sebagian mirip Minky China diapers ya...


Dimoo pocket diapers, motif kodoknya lucu banget

Sayang sekali Lulu Nature tidak ikutan expo kali ini padahal saya sudah curious sekali untuk melihat langsung produk2 barunya.

Ok, that's all...



Share/Bookmark

15.2.11

Review 5 Diapers

Ini namanya borongan, berhubung lagi update file review versi ketiga, dan sekalian ngecek popok kain mana yg blm saya laporkan reviewnya. Ternyata ada 5 biji nih...


Cluebebe (Lovely Black)
Jenis (pockets, AIO, AI2, fitteds, prefolds, flats): Pocket
Bahan (outer, inner, insert, soaker, etc): PUL, fleece, insert MF
One size atau Multi size: One size
Closure (hook & loop - HL, snap, peniti, snappi): H/L
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg (pertama pakai sekitar usia setahun - lupa)
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review (diutamakan performance & kualitas-nya spt daya serap, kecepatan kering, etc, tapi kl mau nambahin ttg tampilan fisik, boleh2 aja):
Suka motifnya, jatuh cinta pada pandangan pertama :) Nitip ke teman utk dibawa ke sini. Cuttingnya lumayan besar tp ngga sebesar MM. Daya serap insertnya bisa nampung pee pagi sampai maksimal 4 jam. Di jemuran juga kering cepat. Mungkin memang lbh baik kl di bagian tengah ada satu lajur snap utk setting ya. Tp sejauh ini sih masih oke2 aja dipakainya.

Rating pribadi 1-5 (1=sgt tidak suka, 2=Tidak suka, 3=So-so aja, alias lumayan dah, 4=Suka, 5=Suka bangettts): 4


Metalmom
Jenis: Pocket
Bahan: PUL, bambu, insert microfiber+bambu
One size atau Multi size: One size
Closure: Snap
Negara asal (pemilik brand-nya): Indonesia
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg (pertama pakai berat sekitar 9kg, usia 16mo)
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review:
PUL-nya lemes. Cutting diaper-nya besar, namun berhubung dijajal pertama pas usia si kecil di atas setahun, jadi oke2 aja. Insertnya menyerap dgn baik. Utk pemakaian pagi hari (heavy pipis time :) bisa nampung 3 jam. Kalau lebih, pernah bocor samping. Kering di jemurannya cepat. Suka dibawa utk pergi2. Salah satu pocket diaper andalan.

Rating pribadi 1-5: 4


Fuzzibunz
Jenis: Pocket
Bahan: PUL, fleece, insert microfiber
One size atau Multi size: One size
Closure : Snap
Negara asal (pemilik brand-nya): USA
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg (pertama pakai berat sekitar 9 kg, usia sekitar 14mo)
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review: Slim, PUL-nya lemes. Insertnya oke, kl dipakai double blm pernah bocor (compared dgn insert BG V3.0). Pernah utk nighttime dan mantap. Keringnya juga cepat di jemuran. Pinginnya kasih rating 5 tp sayang lapisan PUL-nya udah lepas dan robek, jadi 4 aja yah... Insertnya masih mantap, jd dipakai bareng BG aja.

Rating pribadi: 4


Flip Organic
Jenis: AI2
Bahan: PUL, katun organik
One size atau Multi size: One size
Closure: Snap
Negara asal (pemilik brand-nya): USA
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg (pertama pakai beratnya msh 9 kg, usia sekitar 16mo)
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review: Suka bgt dgn covernya yg slim dan walau tanpa double gusset ternyata nutup dgn baik (dibanding Flexi Wrap-nya Tots Bots). Soaker/insert organic-nya bisa nampung utk 3 jam di pagi hari (heavy pipis time). Itu juga udah kuyup :) Keringnya ngga lama di jemuran. Lumayan praktis buat pergi2. Kadang insert-nya saya ganti dgn prefolds or fitteds yg slim (Flexi Tots). Pernah jg dgn Tetro.

Rating pribadi 1-5: 5 (rating ini sptnya lebih ke cover-nya :D )


Tetro Fitted
Jenis: Fitted
Bahan: katun (flanel) 8 layer
One size atau Multi size: One size
Closure: Ikat
Negara asal (pemilik brand-nya): Poland
Usia dan berat badan anak: 22mo, 10-11 kg
Susu yg dikonsumsi anak: ASI, susu cair

Isi review:
Bahan flanel halus dan lembut, motifnya garis2 dgn warna soft. Prewash 3 kali, daya serap udah lumayan. Utk pemakaian 3 jam, langsung penuh terutama di pagi hari. Kering di jemuran termasuk cepat. Sistem ikatnya utk toddler sptnya agak merepotkan (kl anaknya tdk bisa diam). Tp lama2 terbiasa mengikat dgn cepat :) Krn ini fitteds, jadi msh hrs dilapis diaper cover. So far cucok dgn semua diaper cover yg ada di rumah.

Menurut info di internet, diaper Tetro ini dibuat selaras dgn tujuan Elimination Communication (infant potty training). Jd memang mudah kl mau buka dari bawah, tanpa lepas ikatannya, slide down aja bagian depan diaper. Kyknya cucok bgt deh buat ibu2 yg menerapkan EC. Trus buat toddler yg lg toilet training jg gampang, tinggal diajarin nurunin bagian depan dan lipat ke belakang sblm duduk di potty (tp ini blm saya lakukan ke Estelle). Ukurannya utk Estelle sudah ngepas.

Rating pribadi 1-5: 4



Share/Bookmark

1.1.11

Our Wetbags

Sebelumnya... Happy New Year!! Semoga tahun 2011 memberikan banyak kesejahteraan dan keselamatan dalam hidup kita semua. Amin.

Back to the topic. Wetbags. Benda ini amat dibutuhkan oleh kami untuk trip singkat beberapa jam maupun untuk liburan panjang ke kota atau negara lain. Dan tidak hanya untuk wadah popok kotor, namun juga untuk baju renang basah maupun baju kotor lainnya.

Awalnya saya membeli homemade wetbag dari seorang penjual di eBay. Warnanya putih dan bahannya hanya PUL polyester tanpa lapisan lain. Harganya jauh lebih murah dibanding wetbags yang dijual di OS.

Wetbag kedua, Close Parents. Waktu itu saya membeli trial pack Close Parents yang berisi satu popok Pop-in, satu wetbag size S dan satu flushable liner. Bahan wetbag Close Parents adalah bahan waterproof yg cukup solid tanpa lapisan tambahan. Saya suka sekali wetbag ini. Namun sayang, saat saya bawa ke Indonesia, wetbag ini sempat tertinggal di penginapan di Yogya. Adik ibu saya akhirnya mengambil ke sana dan mengirimkannya ke sini bersama dgn barang2 titipan saya yg lain. Sekitar dua bulan stlh kami tiba di Perancis, wetbag ini baru kami terima (pengiriman via laut). Saat itu saya melihat kondisi wetbag sudah kurang oke. Ada bbrp lubang kecil spt bekas krokotan serangga. Sedih.

Wetbag berikutnya yg kami beli adalah Planet Wise ukuran M. Belinya di Metropolis Baby sblm saya liburan ke Indonesia. Jadi, begitu saya ke sana, wetbag sekalian saya pakai dan kemudian dibawa ke sini. Bahannya dari katun dan PUL. Lumayan. Motifnya lucu, Dotastic.

Wetbag keempat adalah ACE. Gratis dari adik ipar. Ukurannya hampir sama dengan Planet Wise di atas. Wetbag ini edisi pertama, belum menggunakan PUL, jadi lebih baik tidak utk popok kain kotor.

Berikutnya, dua wetbags dari merk yang sudah lama saya incar, yaitu Monkey Foot Designs (MFD). Dulu saya ragu utk memesannya karena biaya kirim dari US yg agak lumayan. Akhirnya, saya membelinya juga karena benar2 penasaran dgn kualitasnya yang menurut beberapa review sangatlah bagus & motifnya lucu2. Setelah saya mempergunakannya (size M), ternyata benar. Bahan waterproof-nya sangat solid dan tebal (ProCare fabric). Untuk trip ke mal, bisa muat 2 popok kotor. Cantolannya bisa dipasang di stroller, jd tas bayi/anak tidak penuh oleh popok kotor.

Selain wetbags di atas, saya juga suka mempergunakan satu tas Tommee Tippee yang bisa difungsikan sbg wetbag dadakan, khusus utk tempat cadangan baju bersih si kecil saat trip ke mal. Lapisan dalamnya waterproof, jadi relatif aman utk menyimpan baju, popok dan bib.

Saat ini saya sedang mempertimbangkan untuk membeli satu wetbag lagi yang bisa memuat sekitar 12-15 popok kotor. Bisa juga pail liner sih. Kebutuhannya adalah untuk menampung popok2 kotor saat menginap di rumah mertua. Biasanya agak repot utk membawa baskom plastik besar berisi popok kotor dari lantai atas ke basement (tempat mesin cuci mertua). Kl semua popok masuk ke wetbag besar atau pail liner, saya bisa menentengnya langsung dgn satu tangan (biasanya si kecil suka ingin ikut saya turun tangga, jd harus sambil menggendong).

Kepikiran wetbag-nya Rumparooz (Kanga Care) atau Piwapee, atau... yang lain. Bandingkan harga dan review dulu deh. Kl memungkinkan, saya sih pinginnya membuat sendiri dari shower curtains. Bahannya sudah siap sejak dua bulan lalu. Namun sayangnya, sampai saat ini mesin jahit belum bisa dipergunakan.

We'll see... For sure, one XL-sized wetbag is on my list for 2011.


Share/Bookmark

19.11.10

Stripping


Menurut
About.com, stripping adalah: a laundering method that removes detergent residue from cloth diapers. Detergents, fabric softeners and other things in wash water can build up in cloth diapers over time, and the build-up can reduce cloth diaper absorbency.

Tanda-tanda popok kain perlu di-stripping:
  • popok cepat bocor (pd pocket diapers: insert cepat penuh atau inner tdk meloloskan cairan ke insert - repelling)
  • popok berbau sangat pesing pdhal baru dipakai sebentar, atau malah baru selesai dicuci
  • popok kena pelembut, pewangi atau diaper cream
  • pantat bayi jadi kemerahan padahal sebelumnya tidak masalah

Metode stripping:
  • Mencuci dengan air panas tanpa deterjen (dalam mesin cuci). Menurut Kelly's Closet: for the vast majority we recommend several (4-6) hot water washes (no detergent) which will get rid of most detergent buildup/residues. This is the safest stripping method available for all types of cloth diapers. You may consider adding 1/4 cup of vinegar to the first cycle or two. Vinegar is optional, and not generally recommended for products containing PUL. Also, some people have reported using vinegar with stink issues only compounds the problem. Referensi lain mengatakan untuk menambahkan RLR dalam bilasan terakhir.
  • Merebus selama 5-15 menit. Menurut panduan di site ini, metode perebusan bisa digunakan untuk prefolds, fitteds, insert, doubler dan soaker.
  • Menggunakan sabun cuci piring bila ingin stripping dgn tangan. Di dalam link ini, disebutkan merk sabun cuci yang sangat disarankan, yaitu Dawn. Di milis popok kain, beberapa member mengatakan bahwa metode ini bisa digunakan dengan sabun cuci piring merk Sunlight.

Sedangkan dalam buku Les Couches Lavables by Christelle Beneytout, metode stripping yang dipaparkan adalah:
  • Masukkan popok bersih ke dalam mesin cuci dan bubuhkan 2 sdm Sodium Carbonate (washing soda) serta 1 sdt Sodium Bicarbonate (baking soda).
  • Di bagian mesin yg biasa digunakan utk cairan pelembut, masukkan setengah gelas White Vinegar.
  • Pasang program pencucian yg panjang (lama) dengan suhu 60 derajat serta double rinsing. Bila ada popok kain yang batas maksimal pencuciannya 40 derajat, set mesin di suhu 40 derajat saja.

Harap diingat bahwa stripping hanya dilakukan pada popok kain yang sudah bersih. Bisa dalam keadaan kering maupun basah (baru selesai dicuci).

Note: Sebelum memutuskan untuk stripping, silakan baca link2 berikut ini untuk masalah bocor dan/atau bau pada popok kain:

Why are my cloth diapers and/or diaper covers leaking? http://www.borntolove.com/column7.html

Why are my cloth diapers and covers stinky? http://www.borntolove.com/column6.html




Share/Bookmark

2.11.10

Goodmama...


Bbrp minggu lalu saya melihat Lilinappy sale utk bbrp produk termasuk
Goodmama's Diaper. Berhubung saya pecinta fitteds dan Goodmama is a good brand, jadi saya ambil lah satu. Sekalian juga saya ambil wool cover Disana utk dipasangkan dgn GM diaper tsb.

Setelah prewashing sebanyak 3 kali, saya mencobakan kepada si kecil untuk pemakaian malam hari. Berikut ini review dengan format milis popok kain:

Merk/Brand: Goodmama (GM)
  • Jenis (pockets, AIO, AI2, fitteds, prefolds, flats): Fitted
  • Bahan (outer, inner, insert, soaker, etc): Outer dari katun, inner cotton velours, snap-in soaker dari bamboo+cotton (keterangan bahan ini agak bingungin krn yg tertulis di site penjual dgn yg tertulis di tag popoknya agak beda).
  • One size atau Multi size: One Size
  • Closure (hook & loop - HL, snap, peniti, snappi): Snap
  • Negara asal (pemilik brand-nya): USA
  • Nama reviewer: Sitha
  • Usia dan berat badan anak: 19m - 9,6 kg
  • Susu yg dikonsumsi anak (ASI, sufor, or mixed): mostly ASI, kadang susu cair
Isi review: 
Tampilannya slim dan utk anak usia 19m, jadi terlihat pas (kurang tahu jg kl dipakai oleh newborn). Velours-nya lembut dan terasa nyaman. Biasanya saya pakaikan ke si kecil utk malam hari (10pm - 7am) berpasangan dgn Disana wool cover. Daya serapnya bagus. Lumayan penuh di pagi hari, tapi pipis terhalang keluar berkat wool cover tsb. Berhubung cuma bs jemur di dalam ruangan, jadi popok ini keringnya agak lama, antara 24-36 jam. 
Penggunaan bersama wool cover: memang tercium bau pesing seperti kalau anak saya pakai fleece diaper, namun tidak membuat basah or lembab baju tidur si kecil. Untuk pemakaian pertama, wool cover tidak dilapis lagi dengan celana tidur. Nah, ternyata karena lubang kaki cover agak longgar (anak saya langsing pahanya), jadi paginya ada pipis dari diaper yg netes keluar lewat situ. Pada pemakaian kedua, saya pakaikan legging, dan paginya aman... Penggunaan bersama PUL cover (Flexiwrap) pas krn sama2 trim. Kadang saya prefer dgn PUL cover saja drpd yg wool cover. 
Secara umum saya suka diaper ini utk pemakaian malam hari maupun pagi hari saat pipis anak saya sedang banyak2nya. Namun saya agak kesulitan memakaikan diaper ber-snap krn anak saya suka lari ke sana kemari kalau dipakaikan popok. Dibaringkan di atas meja ganti popok pun dia suka mutar2 dan ganti posisi mjd duduk. Prosesinya jadi lama :)

Rating pribadi 1-5 (1=sgt tidak suka, 2=Tidak suka, 3=So-so aja, alias lumayan dah, 4=Suka, 5=Suka bangettts): 4



Share/Bookmark

20.3.10

Washable Stuffs


Foto ini dibuat untuk mengikuti games Go Green di The Urban Mama, namun ternyata saya telat submit-nya. So, here it is, washable stuffs untuk mengurangi sampah bumi.

Foto. Cloth diapers, cloth pads (mens pad), nursing pads and kain lap kecil (pengganti kapas).


Share/Bookmark

16.3.10

Stripping by Boiling

Mengikuti tips dari salah satu member milis Popok Kain yaitu ibu Windry Metropolis (hihi... biar semua orang tahu gitu lho... judul buku karyanya dipasang di belakang namanya... hihi...) utk stripping insert microfiber dgn cara direbus 5 menit. Ternyata, it worked! Pertama, insert BG krn ada indikasi daya serap berkurang. Setelah direbus, daya serapnya tokcer lagi. Kedua, insert Econappy Swaddlebees. Idem, indikasi berkurangnya daya serap. Setelah direbus, maknyus...

Berikut ini link dari eHow tentang Stripping by Boiling. Berlaku utk prefolds, fitteds, doubler dan insert.

Selamat mencoba... Dan jangan lupa sharing hasilnya bagaimana ya.

PS.
  • Satu ibu di Urban Mama juga mencoba rebus insert. Namun menurut ybs, tidak berhasil. Clodi tetap bocor. Diperkirakan krn kuantitas pipis anaknya memang sudah melebihi daya tampung insert.
  • Jangan rebus clodi yg ada bahan PUL-nya, kecuali kl dinyatakan dalam petunjuk pencucian bhw memang diperbolehkan utk memberi treatment clodi pd suhu 100 derajat celcius.



Share/Bookmark

5.3.10

Popok Jadul, Cover Jadul


Ini popok kainnya jaman suami masih bayi. Kalau cover-nya, lupa juga, apakah itu pas jaman suami kecil juga, atau jaman ponakannya kecil (skrg ponakannya udah berumur 15 tahun).

Popok kain




















Dikunci dgn peniti. Bagian tengah bisa dilapis kain lipat sbg penyerap. Sekarang sering kami manfaatkan saat liburan di rumah mertua. Jadi tdk perlu bawa popok banyak dari rumah.

Ada satu jenis lagi yg modelnya sama tapi bahannya dari katun kaos. Bisa dilipat2 utk jadi doubler, hehe... *ngirit*

Cover















Merk-nya Remond namun sptnya skrg sudah tidak produksi lagi. Bahan dalamnya spt berjaring2. Kemudian bahan luarnya waterproof. Apakah dari PUL atau bukan, kurang tahu juga yaa... Kancingnya jepret namun dari logam. Belum pernah dijajal sama sekali... Tp yg jelas, bahannya cukup lentur alias tidak kaku.


Share/Bookmark

4.3.10

Perawatan Popok Kain (2)

Blog ini ttg perawatan popok kain yg saya lakukan setelah usia bayi di atas 4 bulan, dimana:
  • mulai bela-beli pocket diapers (jadi tdk melulu fitted dan flat)
  • usia 6 bulan, anak saya mulai makan solid food
Kurang lebih sama dengan blog terdahulu, namun ada sedikit perubahan:

Peralatan Tempur

Pertama, Bambino Mio Fresh masih dipakai namun tidak utk perendaman pada popok ber-PUL (PUL tdk disarankan utk direndam krn khawatir mempengaruhi lapisan waterproof-nya).

Kedua, bucket dan net Bambino Mio masih dipakai utk merendam. Namun berhubung pup sudah solid, jadi tidak banyak lagi popok yg terkena noda (means, saya ngga rendam). Jadi, skrg saya pakai 2 ember. Satu utk merendam popok non-PUL dan insert yg bernoda (bucket Bambino Mio - namun pada prakteknya bucket ini tidak sering digunakan), satu lagi utk menyimpan sementara popok2 yg kena pipis sampai waktunya mencuci.

Ketiga, cairan pencuci Maison Vert masih setia. Namun takarannya sudah dikurangi krn bila spt dulu lagi, popok yang ber-fleece jadi agak bau. Setelah dikurangi, aman deh.

Pembilasan

Langsung saya masukkan semua ke mesin dengan program membilas. Ditinggal sebentar, kelar deh bilasannya. Setelah itu baru dipasang program mencuci.

Pencucian

Sesuai anjuran produsen popok kain, kami mencuci dengan suhu 40 derajat saja karena suhu tersebut sesuai untuk popok kain dan juga celana proteksi (bahan PUL).

Pengeringan

Semua popok dan celana proteksi (terjemahan dr bahasa perancisnya :D, maksudnya diaper cover) dijemur secara alami, tidak menggunakan mesin pengering (karena utk beberapa jenis popok tidak disarankan menggunakan mesin pengering).

Secara umum, sejak anak saya mulai solid food dan pupnya menjadi solid, tidak pernah lagi ada kejadian pup bleber sampai mengenai popok. Artinya, tugas mengucek jauh berkurang.

LU: Sep 10


Share/Bookmark

3.3.10

Cloth Diapers' Kit - Making Your Own

Akhirnya, saya ambil lagi barang2 ini dari mertua. Sptnya, mertua saya sudah tidak ada waktu lagi utk menjahit maupun mengajari saya menjahit (berhubung sudah sepuh). Jadi, saya pikir, ya sutralah, ambil lagi saja. Mungkin akan ada kesempatan bagi saya utk belajar menjahit di musim semi nanti.

Paketnya ada dua macam dan keduanya pakai size.

Pertama, yang sebelah kanan, paket fitted diaper size L. Bahan hanya katun ala handuk. Namun saya beli tambahan kain utk outernya, spy lebih cantik.

Yang kedua, sebelah kiri, paket pocket diaper size L. Bahan ada tiga macam: PUL motif (spt HH punya), micro fleece dan microfiber.

Pola sudah include. Tak lupa karet elastis dan velcro. Jadi kedua diapers tsb akan menggunakan velcro sbg pengunci.


Share/Bookmark

16.2.10

Review ZZ, Enphilia dan Baby Oz


Sekitar sebulanan ini, saya mencobakan tiga
popok Indonesia bagi si kecil. Buat yang menunggu2 review saya, ini dia....

Zigie Zag
  • Berhubung saya tidak beli insertnya, jadi sistemnya trial and error nih dengan menggunakan insert2 yang ada di rumah. Pernah pakai muslin dilipat spt utk lapisan penyerap di dalam flat diapers. Pernah juga pakai insert microfiber-nya BG dilapis dengan insert bambu Lulu Nature. Selain itu, pernah pakai prefold diapers, dilipat memanjang. Namun, yang paling oke dan ngga cepat bocor adalah saat menggunakan insert bambu-nya Eco Blanc. Insert tersebut modelnya spt lembaran kain dan harus dilipat2. Begitu dimasukkan ke dalam pocket, otomatis ada 6 layer penyerap. Pemakaian 3 jam masih aman. Kalau insert yg lain, maksimum 2 jam saja. Kalau lebih, suka bocor dari samping. Saya pernah juga coba satu cara yg disarankan seorang ibu (blash..., ngga bisa describe tp intinya jangan sampai ada celah di lingkar paha). Not bad sih tips ini. Apalagi kalau insertnya Eco Blanc punya.
  • Jatuhnya di badan si kecil, oke. Ngga bulky. Yah, mungkin krn si kecil sudah 9 bulan ya waktu pertama coba ZZ.
  • Motif polkadot pink-nya, saya suka... ^_^
  • Ada laundry tab-nya, memudahkan pencucian.
Enphilia
  • Seperti yang dituliskan dalam sitenya, popok ini tidak ada lapisan PUL-nya. Namun tidak membuat kebocoran, hanya sedikit lembab. Agak2 mirip dengan popok Sweet Nights. Idem dgn ZZ, saya tidak membeli insert khusus. Dengan bbrp kali mencoba variasi insert yg ada di rumah, saya simpulkan bhw hampir semua insert oke2 saja. Namun favorit saya adalah gabungan microfiber dan bambu. Untuk pemakaian siang, popok ini bisa sampai sekitar 4 jam. Namun saya pribadi prefer mengganti popok setiap 3 jam kecuali untuk tidur malam (Enphilia tidak pernah saya pakaikan utk malam).
  • Cutting-nya bagus. Pas di badan anak saya.
  • Tidak ada laundry tab, jadi kalau di mesin cuci, akan tempel-menempel dengan cucian yang lainnya.
  • Maunya warna merah fanta, tapi kehabisan. But warna ungu-nya juga not bad.
Baby-Oz
  • Dibanding dua di atas, popok ini paling mengecewakan. Pertama, karetnya kendor sekali. Jadi di paha anak saya terlihat longgar, sangat longgar. Saya coba adjust snap-nya, tapi sama saja. Hasilnya, dipakai sebentar sudah bocor, walaupun saya pakai insert bambu.
  • Sementara ini, popok Baby-Oz kami beristirahat dengan tenang dalam lemari popok.

Voila! Ini dulu yaah...

PS. Posted in mailing list


Share/Bookmark

5.2.10

Rump-a-Rooz & Happy Heiny's


Sale, sale...!

These are another result of winter sale! Less expensive than the prices in Indonesia. Hm, okay, I did not get the RaR print that I wanted (Lux). But this polkadot one is not bad at all. So cute... ^_^

Share/Bookmark

Tertulisnya Prefold...

Masih dalam rangka meramaikan winter sale ^_^, saya jadi ingin mencoba prefold diapers. Karena hanya jajal, jadi hanya ambil satu per jenis (yg ada di online stores langganan). Yang satu chinese prefold, satu lagi indian prefold, dan yang terakhir ndak jelas tapi cute abis krn polkadot pinky.

Ternyata yang cute polkadot pinky tsb terlalu kecil. Dan kalau dari bentuknya, rasanya bukan prefold deh. Mungkin lebih tepatnya doubler or insert utk cloth diapers. Saya cek ke sitenya, Dream Nappy, malah pusing dengan bahasanya (Finland).

Ya sudah lah... Tetap bisa dimanfaatkan utk si kecil. Entah sbg insert, doubler, burp cloth (ketebelan sih kl buat ini) atau buat alas ganti popok (hm, terlalu cantik kl buat ini).


Share/Bookmark

4.2.10

FuzziBunz

Ada sale, lumayan dapat beberapa FuzziBunz. Sempat ragu2 apakah mau dipakai sendiri atau dijual. Akhirnya pakai satu deh... Penasaran juga mau coba salah satu cloth diaper favoritnya ibu2 di seluruh dunia... *halahh...*

PUL-nya soft banget. Jadi jatuhnya di badan enak. Setting ukurannya unik: karet di lingkar paha kanan dan kiri bisa di-adjust. Pemakaian pertama, blm jago setting ukurannya. Jadi bocor buat tidur malem. Pemakaian kedua, okeh! Insertnya kan dapat dua (microfiber), saya ganti satu dgn insert bambu Lulu Nature utk tidur malam. Warna hijaunya lucu juga. Cucok buat dipakai pas summer nanti *masih lama kali...*


Share/Bookmark

8.1.10

Indonesian Cloth Diapers


Voila! Finally I got them!

Zigie Zag, Baby Oz and Enphilia. All are pocket diapers. I will write my review after my baby uses them for a month.



Share/Bookmark

27.11.09

Popok Washable, Mahal? Go Local!


Setelah mubeng-mubeng di "kancah persilatan" popok kain di Indonesia (maksudnya, melihat kondisi per-popok-kain-an di sana), saya ingin memberikan alternatif hemat lainnya. Mengingat harga popok kain import termasuk mahal dan mengingat sudah ada beberapa brand popok kain lokal (Indonesia), jadi mungkin saran berikut ini bisa dipertimbangkan.

Untuk Newborn Babies (masih sering pup dan pipis), pilihan popok kain ekonomis:
  • Flat diapers: beli bahan tetra di pasar Tanah Abang dan bawa ke tukang jahit yg biasa2 saja utk dipotong (70x70, 80x80 atau sekalian 100x100 - dalam cm). Siapkan maksimal dua lusin plus 2 Snappi atau peniti.  Cara melipatnya ada di sini.
  • Popok kain bertali (banyak deh di ITC). Siapkan maksimal 2 lusin juga.
  • Popok kain handuk ukuran S. Siapkan maksimal 2 lusin juga.
Kalau untuk bepergian, kedua jenis popok kain di atas bisa dilapis dengan diaper cover. Jarang kan pergi-pergi? Ya invest maksimum 2 diaper cover saja. Hm, tapi saya belum nemu diaper cover yang ekonomis. Menurut seorang teman, dia pernah lihat di salah satu FO di Bandung. Jadi, mungkin saja memang ada. Silakan cari... *_*

Nah, kalau bayi sudah lebih besar dikit (sekitar 4 bulan), biasanya sudah lebih banyak bergerak sehingga memerlukan popok kain yang lebih baik lagi. Mungkin di sini bisa beralih ke popok kain jenis pocket yang banyak beredar di Indonesia. Yang ekonomis adalah yang lokal punya seperti Zigie Zag, Baby-Oz, Nice Kids atau Enphilia. Berapa banyak? Ini tergantung frekuensi pup dan pipis-nya si kecil, juga kapan mencucinya (lihat blog saya ini). Kalau pemakaian pocket diapers masih diselang seling dengan flat diapers atau popok bertali, saya rasa tidak perlu untuk membeli terlalu banyak.

Site utk referensi:
Fyi, saran saya yang dulu kala ada di sini.


Share/Bookmark

9.11.09

Biodegradable Dispo Diapers


Sabtu lalu, saya menemukan satu brand biodegradable diapers yang blm pernah saya lihat sebelumnya. Dan saya melihatnya di supermarket langganan keluarga kami, Auchan di St. Priest. Biasanya, biodegradable diapers itu dijual di toko2 online atau di toko2 spesialist barang2 organik (magasin bio). Nah, jadi kemarin itu saya sempat surprised, ternyata ada brand lain dan ada di Auchan. Selama ini kami tidak melihatnya. Oh, iya, brandnya adalah Nature Babycare, produk Swedia. Selain dispo diapers, mereka juga punya beragam produk keperluan bayi dan keperluan wanita (pembalut, dll).

Jadi, selain Moltex (Jerman), Wiona (Jerman) dan Naturaé (Itali), sekarang ada pilihan lain di sini yaitu Nature Babycare tsb. Ok...!


Share/Bookmark

5.10.09

Sweet Night


Popok kain ini di-klaim sebagai the best night diaper oleh sebagian ibu2 Perancis. Setelah saya cobakan ke si kecil (hm, sebenarnya berat badannya belum mencapai 8 kg - ukuran L - tapi sejak sekitar 7,3 kg sudah saya jajal ke dia), hasilnya begini:









  • Percobaan pertama: Baru sekitar 4-5 jam, si kecil spt biasa merengek minta ganti. Saya pikir, mungkin sudah pipis banyak. Tp menurut papa-nya yang menggantikan popok, Sweet Night tsb masih terasa kering.
  • Percobaan kedua: Berhasil sampai 8 jam tanpa bocor dan si kecil tdk minta ganti. *Kenapa ya yang pertama kok beda? Apa saya kasihkan paper liner jadi terasa basah?*
  • Percobaan ketiga: Berhasil sampai 10 jam tanpa bocor dan si kecil tidak minta ganti. Hebat euy!
  • Percobaan keempat: Karena harus pagi2 antar si kakak ke sekolah, jadi tdk sempat ganti popok (tp Sweet Night tsb baru dipakaikan sekitar jam 4 pagi). Begitu jam 9 di-cek, sudah agak bocor tuh ke samping. *Apa Sweet Nights ini benar2 ngga bisa dipakai utk siang hari ya? Maksudnya, mungkin di-desain sedemikian rupa untuk posisi bayi tiduran, bukan duduk di gendongan.*
Yah, intinya, oke aja lah.

Tambahan (16 Okt 2009):
Setelah dipakai lagi beberapa kali, ternyata memang oke punya. Antara 8-12 jam tidak bocor. Cuma memang paginya kecium banget tuh "wangi" pipisnya. Maklum, WinPro kan bukan PUL, jd "wangi" pipis tetap keluar terutama kalau penuh.


Share/Bookmark

16.9.09

Sold! Popolini Organik


Berhubung jumlah popok si kecil sudah melebihi kapasitas lemarinya, maka terpaksa saya menjual beberapa, terutama yang agak kurang sering terpakai. Popok yang pertama terjual adalah Popolini organik yang One Size dan Ultra Fit. 

Awalnya saya menawarkan di Gerai PoQ PoK, namun tidak ada response sampai batas waktu yang ditentukan. Kemudian, saya putuskan untuk memasukkan ke site Perancis. Pilihan antara eBay atau Leboncoin. Setelah dipikir2, oke, Leboncoin saja.

Waktu saya submit, iklan saya harus menunggu beberapa saat untuk di-approve oleh admin site tsb. Begitu di-approve, sekitar 3 jam kemudian sudah ada email masuk menanyakan harga total kedua cloth diaper tersebut plus ongkir. Dan tidak sampai 24 jam, sudah terjadi kesepakatan via email. Glek! Saya terus terang surprise sekali. Saya tahu bahwa pasar popok kain second di sini sangatlah baik. Namun saya tidak menyangka bahwa bisa begitu cepatnya. Happy? Tentu saja... hehe...

Ok, 2 popok sudah terjual. Ada 3 lagi yang sudah diminati seseorang, namun dgn sistem barter (dgn produk bayi). Hm, trus, ada 4 popok lain yang sedang dipertimbangkan, apakah akan dijual atau tidak. Pertimbangan ini menyangkut satu popok baru (Pop-in) yang saya coba belum lama ini. Sistemnya AI2 dan sangat sesuai buat kondisi saya (review menyusul ya...)

Lumayan juga, benar-benar ndak rugi kalau pakai popok kain. Sip dah!


Share/Bookmark

8.9.09

Mio Fresh


Just realized couple weeks ago that Mio Fresh had the refill package of 1 kg. The price is around a half of the package that I usually bought (in plastic bottle, 750 grams). Geee... Why didn't I know it before. How many empty bottles that I have already thrown away... And how much money that I spent only to buy those bottles... Hfff...

Tapi memang ternyata Mio Fresh refill ini tidak banyak yang jual. Kebetulan awal bulan lalu saya perlu membeli stok baru. Berhubung saat itu Lili Nappy sedang masuk liburan summer, jadi saya akhirnya menemukan online store yang lain yaitu Ethico Shop. Begitu tahu ada kemasan refill ini, langsung beli 2. Biar puasss... *lebay kata orang2... hehe...*


Share/Bookmark